Ternyata tidak tidak ada yang perlu dikhawatirkan Wening, Donna hanya ingin menanyakan tentang ujian kenaikan tingkat kelas Miranda ke Preshool, tentu dengan semangat Wening melaporkan bahwa nilai Miranda justru lebih dari cukup dan dia mendapat peringkat ke lima di kelasnya. “Minggu depan saya akan tinggal di Bandung beberapa hari, saya ingin bertemu keduaorangtua saya,” ujar Donna, nada suaranya melemah. “Ada agenda memindahkan Miranda ke Bandung, tapi … saya pikir-pikir dulu.” Pindah? Wening membatin. Donna menghela napas panjang, warna mukanya berubah. Dia berdehem sejenak, lalu berujar, “Ini terkait pernikahan saya dengan papinya Miranda.” “Ibu—” “Ya, kami tetap berusaha, saya … benar-benar sedang galau. Saya … ya, masih berharap Miranda bersama saya.” Wening diam, dan perasaan

