Memasuki bulan keenam, Wening ingin menuntaskan penasarannya mengenai jenis kelamin bayi yang dikandungnya. Bersama Miranda dia datang memeriksakan diri ke dokter. “Papinya mana nih?” tanya dokter ke Miranda yang semangat memperhatikan dokter yang memeriksa perut mami Wening. “Papi di Manila, Dok,” jawab Miranda. “Duh, jauhnya.” “Iya, tapi lusa pulang ke rumah,” ujar Miranda lagi. Dokter tertawa kecil, merasa gemas dengan sikap Miranda. Dia lalu beralih ke Wening. “Semua sehat, Bu. Hm … mau tahu jenis kelamin anak Ibu?” tanyanya. “Mau mau, Dokter!” seru Miranda. Semua yang ada di dalam ruangan tersenyum ke arah Miranda, dokter dan dua staffnya. “Anak saya apa, Dokter?” tanya Wening akhirnya, dia juga ingin tahu. “Laki-laki, Bu.” Miranda cemberut, dan Wening langsung mengusap-us

