Jennifer bukanlah sosok yang dewasa, tetapi kini ia akan belajar untuk menjadi dewasa. Jennifer seolah baru menyadari jika selama ini ia sangat kekanakan, ia juga baru menyadari jika hidupnya terlalu merepotkan banyak orang. Ia memang wanita yang payah, dan Jennifer merasa jika ia harus berubah sekarang. “Apa kau tidak berniat untuk menyuapi aku dengan benar?!” ketus Darel, kesal karena Jennifer yang menyuapinya sambil melamun, hingga sedok yang harusnya diarahkan ke dalam mulutnya justru Jennifer sodorkan ke bagian hidung. Darel langsung mendengus ketika melihat Jennifer yang terkesiap akan kalimatnya. Ternyata wanita itu benar-benar sedang melamun. Merasa kesal, Darel pun langsung merebut piring yang ada di tangan Jennifer dan langsung memulai kegiatan makannya sendiri. Jennifer yang