Hari ini Ibram sudah diperbolehkan pulang, sedangkan Darel sudah mendapatkan izin pulang lebih dulu di hari kemarin. Jennifer dengan tidak telatennya membimbing Ibram untuk berjalan. Bagaimana akan disebut telaten jika sejak tadi Jenifer terus saja menyeret tubuh Ibram yang masih lemah. Apalagi salah satu kaki Ibram juga mengalami luka tembak yang membuatnya tak bisa berjalan dengan benar. “Ayo, Ibram!” Jennifer menarik tangan Ibram dengan semangat, apa yang dilakukannya diam-diam mengundang tawa ringan dari bibir Alex dan juga Joe yang mengikuti langkah kaki mereka. Keduanya dapat membayangkan apa yang tengah dirasakan oleh rekan mereka kini. Ibram yang sudah tak kuasa menahan rasa sakit kaki dan juga di punggungnya pun akhirnya menghentikan langkah. Pria itu menarik napas beberapa kali