“Melisa?” Gumam Sean. Pria itu tersenyum lalu kembali memutar kursinya menghadap ke arah layar komputer di atas meja. Sean menopang dagunya, jemarinya menggulir layar. Dia melihat foto-foto Melisa di sana. Saat wanita itu masih menjadi model dan dia adalah fotografernya. Dan juga ketika mereka menjadi pasangan model di beberapa iklan. “Wah, pose ini..” Sean mengukir senyum melihat ekspresi Leebin dan Melisa dalam sebuah foto. “Sepertinya Leebin adalah pria yang usil.” Gumam Sean ketika dia melihat ekspresi wajah pasangan pada layar komputer miliknya. Albert sudah berlalu keluar dari dalam kamar Sean menuju ke lantai bawah beberapa menit lalu. “Tring!” Ponsel Sean berdering, ada satu pesan masuk. “Sudah setengah dua pagi, siapa yang mengirimkan pesan selarut ini?” Pria itu bertanya-tanya

