Sean dan Keyn sedang berada di dalam mobil, mereka berdua dalam perjalanan kembali ke rumah sakit. “Saya kira Dokter Sean akan tinggal di dalam lebih lama. Saya tidak mengira kalau percakapan kalian berdua akan sesingkat ini.” Keyn menatap sekilas raut wajah Sean di sebelahnya. Sean terlihat biasa saja, pria itu hanya membetulkan letak bingkai kacamata yang kini bertengger di atas batang hidungnya. Bahkan pria itu tidak membalas ucapan Keyn beberapa menit lalu. Sampai di rumah sakit, Sean turun dari dalam mobil Keyn. Ken segera memburu Sean, pria itu terlihat sangat cemas sekali. “Aku baik-baik saja.” Serunya pada Ken. Keyn melambaikan tangannya dari dalam mobil, pria itu melambaikan kotak rokok yang berhasil dia ambil dari Ken dengan seringai penuh kemenangan. “Aku kembalikan, tangk

