Sore itu, Melisa dan Leebin makan bersama. Tak lama kemudian Tiara pulang ke rumah, Jovan yang mengantarkannya. Gadis itu tidak ikut makan bersama, dia hanya melangkah menuju ke ruang makan untuk mengambil segelas air. “Kamu tidak makan?” Tegur Leebin padanya. “Sudah makan. Tiara ke kamar dulu, banyak berkas yang harus Tiara selesaikan hari ini.” Leebin menatap punggung adiknya tersebut, dia merasa ada yang aneh dari sikap adiknya. Sudah lama dia tinggal bersama anak itu, tentunya dia akan tahu jika ada perubahan dari sikap Tiara. “Kamu merasa ada yang aneh dengannya?” Tanyanya seraya mengambil gelas berisi air putih lalu menoleh ke arah Melisa. Melisa tersenyum, wanita itu menggelengkan kepala melihat wajah Leebin yang tadinya terlihat tenang kini berubah panik. “Tiara sudah dewasa

