Jovan tersenyum mendengar suara Tiara begitu gugup. “Kamu terlihat sangat senang sekali, aku harap ini pertanda baik. Mengingat kamu baru masuk ke perusahaan CH.” “Iya, Presdir. Saya sangat senang sekali!” Seru gadis itu dengan penuh semangat seraya menoleh menatap wajah Jovan di sebelahnya. Pria itu kini tergelak lantaran melihat Tiara yang begitu polos dan jujur. “Anda sedang menertawakan saya, Presdir?” Tanya Tiara dengan tatapan sedikit kecewa karena mengira kalau Jovan menganggapnya hanya sebuah lelucon. Tiara kembali teringat kalau dia berada di CH belum ada satu bulan lamanya, dia hanyalah gadis magang yang baru masuk ke CH. Jika benar-benar memenuhi kualifikasi dalam beberapa bulan awal maka dia akan diterima menjadi pegawai tetap di perusahaan tersebut. Tiara perlahan beranj

