“Kamu mau ke ruangan kerja?” Tegur Melisa padanya. Leebin menoleh ke arahnya sejenak, pria itu menganggukkan kepalanya. Wajah Leebin terlihat serius, pria itu ingin mempelajari dokumen yang diterima Tiara, dia cemas kalau sampai terjadi sesuatu ketika Tiara terlanjur masuk ke perusahaan CH. Melihat Leebin berlalu, Melisa kembali melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya. Wanita itu membersihkan tubuhnya lalu duduk di depan meja rias. Dia menatap wajahnya di depan cermin. Ucapan Leebin saat dalam perjalanan dari restoran ke rumah masih terus terngiang di dalam telinganya. Tentang Andreas yang menginginkan dirinya. “Triing!” Notifikasi masuk pada ponselnya, Melisa mengambil benda pipih tersebut dari atas meja. Dia mendapatkan pesan dari Jovan. “Jangan ambil hati ucapan Papa, maafkan

