“Leebin? Jam berapa sekarang? Aku ngantuk sekali,” Melisa menarik lengannya untuk ikut tidur bersama. “Jam lima sore.” Bisiknya seraya mengecup bibir Melisa, Leebin menopang tubuhnya menggunakan kedua lengannya. Pria itu mengukir senyum melihat Melisa mengalungkan kedua lengannya di belakang tengkuknya. “Apa ini? Kamu tidak ingin mandi? Aku menyiapkan gaun untuk acara makan malam. Ada undangan untuk kita berdua.” “Undangan?” Melisa membuka kelopak mata, wanita itu segera beranjak duduk. “Aku tidak tahu ada jadwal makan malam hari ini.” Melisa menatap gaun di atas meja. “Dadakan, bersiaplah aku akan menunggu di luar.” Leebin turun dari atas tempat tidur tersebut lalu melangkah keluar dari dalam ruangan. Melisa menguap, dia sebenarnya malas sekali untuk pergi malam ini. Awalnya dia me

