“Cukup Mel!” Bentak Leebin pada istrinya. “Dia adikku! Apa yang kamu pikirkan tentang kami? Sejak kecil aku yang merawat Tiara!” “Kak Mel..” Tiara menangis sesenggukan. “Apa Kak Mel pikir Tiara suka sama Kak Leebin?” Tiara menggelengkan kepalanya sambil menangis. “Kalau iya?!” “Melisa!” Leebin menarik lepas genggaman Melisa dari bahu Tiara. Pria itu berdiri di antara mereka. “Kamu istriku, dan Tiara adikku.” Serunya. “Apakah Tiara menganggap kamu benar-benar sebagai Kakak? Tanyakan baik-baik padanya kenapa dia menolak Jovan.” Seru Melisa lalu meninggalkan mereka berdua di ruang tengah. “Tiara belum ingin pacaran, dia mengejar karirnya! Puas kamu!” “Dia melihatmu sebagai laki-laki Leebin! Laki-laki!” Tandas Melisa dengan kukuh sebelum melangkah masuk ke dalam kamar. Leebin tidak meng

