Keyn mengikutinya masuk ke dalam ruangan kerjanya. “Presdir..” “Kalau kamu datang untuk mencemaskan keadaanku, lebih baik kamu urus hal lain.” Sahut Leebin seraya menumpukan kedua tangannya di kedua sisi ambang jendela ruangan kerjanya. Pria itu menatap ke arah yang sangat jauh, jauh sekali. Keyn segera undur diri dari hadapannya, dia tidak berani berkata apa-apa lagi padanya. Pintu ruangan kerjanya kembali menutup setelah Keyn pergi meninggalkannya. Leebin tetap menatap ke arah luar jendela ruangan kerjanya. “Malam sekali Melisa baru tiba di sini.” Leebin tersenyum teringat wajah dingin yang dia lihat pada iPad dalam genggaman Keyn beberapa menit yang lalu. Beberapa jam berlalu.. Hari ini Leebin tidak kembali ke kediamannya. Dia mengurus beberapa berkas di GK cabang. Regan sudah men

