“Kamu janji padaku tidak akan tertarik dengan Liana, kan? Kamu benar-benar tidak akan pernah meninggalkanku kan? Leebin? Jawab?” Melisa memeluk tengkuknya seraya menatap kedua bola matanya. Pria itu masih menahan tubuh Melisa di bawah himpitan tubuhnya. “Mana mungkin aku menggantikanmu dengan wanita lain, heh?” Tanyanya seraya mengecup bibirnya kemudian memindahkan tubuh polos Melisa ke atas tempat tidur. Pria itu memeluknya di bawah selimut sampai keesokan harinya. Melisa terjaga di dalam pelukan Leebin. “Leebin? Bangun, sudah pagi.” Ucapnya seraya menekan pipi Leebin menggunakan jari telunjuk tangannya. Leebin terjaga, pria itu mengukir senyum melihat Melisa tinggal di dalam rengkuhan kedua lengannya. “Kenapa syutingmu lama sekali tidak selesai-selesai, aku cemas kamu kelelahan kare

