Hari demi hari terus berganti, tidak ada tanda-tanda Leebin akan terjaga dari atas ranjangnya. Melisa masih menunggu di sana, wanita itu duduk termenung di beranda rumah. “Kenapa lama sekali? Apakah Leebin tidak akan datang menemuiku? Anak-anak sudah hampir bisa berjalan. Bagaimana jika mereka menanyakan di mana Papanya?” Melisa mengusap kedua pipinya, sudah lama sekali dia menunggu dan tetap tinggal di kediaman Liana. Sementara Melisa di sana, Liana melakukan perjalanan bisnis sudah tiga minggu lamanya. Tak lama kemudian ponsel Melisa berdering. “Keyn?” Seru wanita itu dengan wajah cerah. “Hallo, Keyn? Bagaimana keadaan Leebin? Apa dia sudah terjaga?” “Maafkan saya Nyonya, Presdir akan dipindahkan ke Amerika. Ini atas permintaan dari Tuan Besar Leegone. Beliau tidak bisa bersabar le

