Malam itu Melisa tinggal semalaman di dalam kamarnya, baju keduanya sudah berserakan jatuh di atas lantai. Keduanya tinggal di bawah selimut tanpa sehelai benang. Keesokan harinya, Melisa terjaga dalam pelukan Leebin. Wanita itu mencium aroma sabun mandi, dia mengerjapkan kelopak matanya seraya mengendus tubuh atletis dalam pelukannya. “Emm, kamu mandi? Aku merasa kamu tidak melepaskanku sejak semalam.” “Aku meninggalkanmu tadi, aku pergi mandi sebentar.” Ucapnya seraya mengukir senyum pada bibirnya. Leebin mengecup kening Melisa. “Tidurmu begitu lelap sekali.” Leebin mengusap rambut Melisa, wanita itu terlihat begitu nyaman tinggal di dalam pelukannya seakan malas mengakhiri momen tersebut. “Hei, kamu tidak akan bangun?” Leebin kembali tersenyum merasakan pelukan Melisa semakin erat

