Leebin membaca berkas tersebut, mengamatinya dengan cermat. Begitu melihat nama Liana keningnya langsung mengernyit. “Liana?” Bisik pria itu seraya menoleh ke arah Regan yang kini sedang duduk di sebelahnya. “Ini produk dari perusahaan Jepang, dan mereka menginginkan Liana.” “Apakah ada masalah dengan berkasnya, Presdir?” Tanya seorang asisten dari perusahaan yang sedang menunggu keputusan darinya. “Ah, tidak ada. Hanya saja, Anda menginginkan Liana?” “Iya, saya melihat Nona Liana dalam iklan Boeing. Saya sangat tertarik untuk mengambilnya sebagai model iklan dari produk perusahaan kami. Sepertinya beliau memiliki daya tarik yang unik. Dan saya juga mencermati kenaikan tingkat penumpang di perusahaan Royal Dutch Airlines.” “Ah, begitu rupanya. Hm, baiklah saya akan membicarakan ini d

