Part 153

2131 Kata

Di sisi lain, Keyn sedang berada di sebuah ruangan di mana bawahannya tengah memeriksa sidik jari Sean. “Keyn?” Tegur salah satu dari rekannya pada pria tersebut. “Iya, bagaimana? Apakah kalian sudah menemukan kalau..” Ucapan Keyn terhenti lantaran di layar komputer tersebut sidik jari Sean dan Leebin tidak memiliki kesamaan sama sekali. “Bagaimana mungkin? Coba lagi! Aku ingin kalian mencobanya lagi, mungkin saja aja kesalahan di sini.” Wajah Keyn nampak frustasi. Dia tidak percaya dengan hasil tersebut, dia sangat yakin kalau Sean adalah Leebin. “Bersabarlah, sangat bagus jika bisa melakukan tes DNA.” “Entahlah, sangat sulit mendekati pria itu.” Keluh Keyn seraya mengusap wajahnya dengan putus asa. Tentu saja sidik jari Sean sangat berbeda, sebagian tubuhnya sempat terbakar akibat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN