BAB 106

1339 Kata

Andra memperhatikan kalau Kakek Alta menunduk dan menutupi wajah dengan kedua tangannya. Ia berhenti sesaat membacakan surat itu. Andra merangkul kakeknya. Ia tahu kalau Kakek Alta menangis. "Ini menyedihkan Andra. Kakek merindukan papamu," ungkapnya. Andra, Agni dan Enif pun diam. Mereka menunggu Altair Orion siap mendengarkan segalanya. "Maafkan kakek. Akhir akhir ini ingatan atas papamu terus kembali dan membuat kakek sedih," Altair bicara perlahan. "Rasanya, kakek tidak berbuat apapun untuk melindungi Riga." "Jangan sedih kek, aku dan Agni akan selalu bersama kakek. Kita akan saling menguatkan," Andra menggenggam tangan kakeknya. "Iya cucuku, maafkan kakek," ucap Alta. "Sekarang, lanjutkan lagi. Tolong baca suratnya. Kakek siap mendengarkan sekarang." Altair Orion menarik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN