BAB 107

1315 Kata

Suasana terasa sunyi setelah surat itu selesai Agni baca. Ia dan Bapak Enif menunggu baik Andra atau Kakek Alta berbicara dan membuka mulutnya. Agni menyimpan surat itu di meja dan menunduk. Ia menggenggam tangan Andra dengan erat. "Kakek," Andra mulai berbicara. Altair tidak menjawabnya. Sosok Altair Orion yang ada di hadapan mereka saat ini terlihat rapuh. Semua bisa memahami segala kesedihan dan rasa tak berdaya yang mungkin ia alami. Andra menggenggam tangan kakeknya, "Aku ingin menyelesaikan apa yang papa lakukan. Kakek harus kuat. Aku tidak bisa sendirian." Altair menatap cucunya dengan mata merah akibat kesedihan yang ia rasakan, "Andra, apapun akan kakek lakukan. Semuanya akan kakek korbankan untuk menyelidiki ini semua sampai tuntas. Kita akan lakukan bersama sama,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN