“Ap-apa maksudmu, hah?” tanya Viona tidak terima dengan tuduhan Leon. Tak ada kalimat lagi yang keluar dari mulut Leon. Pria itu terus menatap tajam ke arah Viona sambil melangkah perlahan ke arah Viona. Melihat tatapan Leon yang mengintimidasinya, Viona jadi takut. Dia mundur perlahan, sesuai dengan langkah Leon. Sayangnya ruang kerja Viona tak begitu besar. Keadaannya kian terjepit, membuat Viona semakin panik. Leon menarik tangan Viona. Dia sangat marah, karena Viona masih menemui mantan tunangannya di belakangnya. Itu sangat membuat Leon cemburu. Viona mengibaskan tangannya, mencoba melepaskan diri. Dia ketakutan saat ini. Takut pada sikap marah Leon yang ternyata tak kalah menakutkan dari Robin. “Lepas, Leon! Lepas!” pekik Viona dengan suara serak hampir menangis. “Apa yang kam

