Evan membeku. Dia kaget mendengar permintaan Viona yang tidak masuk akal. Tatapan lebarnya terus terarah ke Viona. Ingin marah, tapi wanita di depannya ini sepertinya sangat serius dengan permintaan tidak sopannya itu. Namun beberapa saat kemudian, Evan tergelak ringan. Dia tidak percaya kalau wanita cantik dan memiliki pendidikan tinggi yang hampir jadi istrinya itu, ternyata menyimpan banyak ide konyol, tanpa perhitungan. “Kamu lucu banget, Vi. Apa kamu lagi lakuin kesalahan kedua yang tadi kamu bilang akan kamu hindari?” tanya Evan berusaha santai, tidak menganggap masalah itu serius. “Aku serius, Van. Aku percaya kamu bisa aku andalkan untuk menjaga Bianca. Aku yakin kamu ad—“ “Viona!” bentak Evan, yang sudah tidak sabar dengan permainan aneh yang dilakukan wanita itu. Tatapan Ev

