“Apa itu, Viona?!” Suara Robin terdengar sangat dalam. Tatapannya juga sangat serius, menunggu jawaban Viona. Viona meremas kuat benda yang dia pegang. Dia menunduk lalu perlahan mengulurkan tangannya, menunjukkan barang yang dia sembunyikan. Robin melihat tangan Viona. Cukup lama dia melihat benda itu, tapi dia masih tidak bisa mengidentifikasi benda tersebut. “Apa itu, Vi?” tanya Robin. “Pembalut,” jawab Viona pelan. Robin melihat Viona. “Pembalut? Kamu ... kamu datang bulan?” Viona mengangguk pelan. “Baru aja,” jawab Viona tidak berani menatap Robin. “s**t! Kok bisa sih?” Viona mengangkat pandangannya. “Ya mana aku tahu. Kan datengnya suka gak pasti.” Wajah Robin mendadak suram. Rencananya untuk menikmati keindahan bulan madu sederhana bersama istrinya terpaksa harus ditunda

