Bukan mencari siapa yang paling bersinar dalam menjalani hidup. Bukan juga menentukan siapa yang mampu bertahan dalam setiap perjalanan. Jika dengan menatap TANAMAN PADI tak mampu menggugah PINTU HATI. Mungkin dengan menyesap KOPI PAHIT, mampu memperbaiki JATI DIRI. Jika bisa kembali ke delapan tahun yang lalu, mungkin Danil tidak akan mendekati gadis itu demi memuluskan rencananya. Nyatanya, semua rencananya berjalan berantakan. Rencananya justru menimbulkan masalah yang sampai kini masih ia ingkari. Sudah delapan tahun! Demi Tuhan, dan Danil bisa sulit mengartikan perasaannya pada gadis itu. Ingin marah, emosi dan menghancurkan gadis itu dalam sekejap karena ulahnya ia harus kehilangan Hana. Tapi sedikit hatinya memberontak. Tidak, ia tak akan biarkan hatinya yang sedikit itu menang