Sri masih menimbang haruskah ia masuk? Atasannya sudah memberi pesan, tapi gadis itu memaksa sekali. Beginilah repotnya jadi bawahan. Kalau tidak ingat ia sudah seringkali mendapat kue dari gadis bernama Evelyn itu, malas rasanya Sri ikut campur. Mau gak mau deh, dia mencoba. Siapa tahu kalau Evelyn mendengar dia dimarahi, ia tidak akan lagi mendapat permintaan seperti ini. Saat Sri masuk ke dalam, atasannya itu sedang bersama Papanya, Pak Yusuf. Sepertinya tengah berdiskusi. "Ada apa ya Sri?" tanya Danil. Tak lupa ia menatap kotak yang kini dipegang Sri. Jangan bilang itu kotak makan siang lagi! Gak patah semangat gadis itu ternyata. "Mmmm maaf Pak, ini ada kiriman makanan lagi." Raut wajah Sri memelas sekali. Ia yakin akan kena amuk hari ini. Danil meletakkan berkas di tangannya