Olivia mengunyah bubur gandum hangat itu secara perlahan, menikmati teksturnya yang lembut melapisi kerongkongannya yang sempat kering. Setiap kali sendok perak di tangan Vernon terangkat membawakan suapan baru, mata karamel Olivia tak pernah lepas dari wajah tampan suaminya yang berada teramat dekat dengannya. Pria itu benar-benar sebuah teka-teki yang membingungkan. Wajah mewahnya tampak begitu tenang, tegas, dan berwibawa—tipe raut wajbah yang biasa mengeksekusi keputusan bisnis triliunan Rupiah tanpa berkedip. Jemarinya yang bertangan besi dan kokoh bergerak begitu konstan, menyuapi Olivia dengan tingkat kesabaran yang teramat langka dan tak terbayangkan sebelumnya. Namun, di tengah keheningan yang intim dan penuh perhatian tersebut, Vernon mendadak menghentikan pergerakan sendoknya

