Alena bernapas lega saat Dewa tidak benar-benar membawanya ke KUA. Namun gadis itu semakin dirundung gelisah saat merasa tidak asing dengan jalan yang mereka lalui saat ini. "Kamu mengingat jalan ini?" tanya Dewa tersenyum miring. Alena seketika berubah pias. Pikiran buruk mulai menghantuinya. Apa Dewa akan menyerahkannya pada dua pria itu? "O-Om, jangan bilang Om Dewa mau bawa Alena ke sana?" tanya Alena menerka. Pikirannya mulai berkecamuk saat jarak mereka semakin dekat dengan tempat yang selama ini Alena hindari. Sejak kapan pria itu mengetahui alamat rumahnya? "Benar. Saya akan membawa kamu ke mereka. Saya sudah muak karena kamu lebih memilih pria itu." jawab Dewa ambigu. Alena membulatkan matanya mendengar ucapan Dewa. "A-Alena cuma bercanda, Om. Serius! Cuma Om Dewa yang palin

