Alena tak berhenti mendesis saat Dewa menghisap puncak da-danya dengan kuat. Jari-jari tangannya terbenam di sela rambut hitam legam milik duda tampan tersebut. Menyalurkan rasa nikmat yang dia rasakan akibat permainan mulut pria itu. "Emnh.. yeahh.." lirih Alena menggigit bibir bawahnya saat Dewa semakin bersemangat meny-usu padanya. Tanpa sadar lutut Alena menekuk. Membuat Dewa semakin leluasa bergerak di atas tubuh gadis itu. Menggerakkan mulut dan lidahnya, menggoda bukit kembar Alena yang selalu menjadi candunya. Gyut "Ouhh.." desis Alena saat Dewa kembali menanamkan gigitan pada kulit da-danya. Entah sudah ke berapa kali pria itu meninggalkan jejak merah di salah satu area sensitifnya tersebut. Dewa menyeringai disela kulu-mannya. Dia lalu melepaskan puncak dad-a Alena hingga me

