Dewa berusaha menenangkan Alena yang tiba-tiba histeris saat baru saja bangun. Dia yang tadinya tertidur pulas seketika terkejut karena gadis dalam dekapannya tersebut tak berhenti menjerit sambil menangis. "Tenang, Alena. Ini saya, Dewa." ujar Dewa memegangi wajah Alena agar menghadap ke arahnya. "Nggak, lepasin. Jangan sentuh Alena!" jerit Alena yang masih histeris. Dewa lantas menarik Alena ke dalam pelukannya. Membiarkan gadis itu memukuli da-danya dengan keras. Tubuh Alena tak berhenti menggigil. Menandakan jika gadis itu benar-benar takut. Dewa merasa teriris melihat keadaan Alena sekarang. Tak terpikirkan olehnya jika reaksi Alena akan sampai sehisteris ini. Dia berusaha sebisa mungkin menyadarkan gadis itu dengan mengucapkan kata-kata penenang agar Alena lekas sadar. "Kamu ama

