Dewa segera membalut tubuh Alena dengan jaket yang dia kenakan setelah berhasil membuat Genta tumbang. Entah pria itu masih bernapas atau tidak, yang Dewa pikirkan saat ini hanyalah Alena. "O-Om.. tubuh Alena rasanya panas, Om." lirih Alena yang menyadari kehadiran Dewa. Dewa menyentuh wajah Alena dengan raut cemas, namun gadis itu justru terdengar mende-sah. Membuat Dewa yakin jika Genta sudah memberikan obat perang-sang pada Alena. "Bangs*t." umpat Dewa geram dan kembali menendang perut Genta yang sudah tidak bergerak. "Om-hh.." lirih Alena dengan wajah sayu. Atensi Dewa kembali pada Alena yang berusaha untuk bangun. Pria itu kembali mendekat dan mengangkat tubuh Alena dalam gendongannya. "Bertahan, Baby." bisik Dewa sembari merogoh saku celananya. Klik "Siapkan mobil di depan Ge

