BELUM TAMAT

1813 Kata

“NYONYA DIREKSI, mau ke mana? Secantik ini ...?” Dokter Arland menatap sang istri dengan tatapan heran. Ia berangsur meninggalkan tempat duduk di ruang kerjanya yang ada di klinik. “Aku mau izin pergi ke rumah mamak, Mas. Mau cek keadaan di sana.” Arunika menanggapi dengan santai. “Mamak kan juga ada di sini.” Lebih tepatnya, bila Arunika tidak memiliki jadwal penting, yang akan membantunya dalam mengasuh anak-anak bukan lagi Wiwin. Namun ibu Ningsih ibu Sulis. Kenyataan kini membuat dokter Arland menduga, ada hal atau malah proyek penting yang harus Arunika urus dan kabarnya juga baru Arunika ketahu karena istrinya itu benar-benar baru mengabarkannya. Karena biasanya, hal apa pun itu apalagi yang berkaitan dengan pekerjaan maupun anak-anak, selalu Arunika ceritakan kepadanya. “Aku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN