Part 18. Nyawa vs Status

1769 Kata

Mobil Maybach hitam itu membelah kelamnya malam jalanan Jakarta yang mulai lengang, meninggalkan kemegahan Ritz-Carlton jauh di belakang. Di dalam kabin, Jagad tidak mengatakan sepatah kata pun sejak dia menarik Rumi keluar dari kerumunan wanita penggosip itu dengan alasan "mendadak ada urusan penting" kepada koleganya. Sesekali Jagad melihat ke arah Rumi yang duduk diam di sebelahnya, memandang keluar jendela dengan tatapan kosong. Tangan wanita itu masih gemetaran sisa penghinaan tadi. Tapi yang lebih mengganggu Jagad, dia mendengar perut Rumi berbunyi pelan beberapa kali. Rumi lapar, entah kenapa membuat rasa bersalah Jagad semakin menumpuk. "Minggir di depan, Dikta," perintah Jagad tiba-tiba. Mobil melambat, lalu menepi di depan deretan tenda kaki lima yang mengepulkan asap berarom

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN