Matahari sudah condong ke barat, saat pintu kamar Rumi yang tertutup rapat sejak semalam akhirnya terbuka. Aroma sabun mandi citrus dan sampo mint yang segar menyeruak keluar, mendahului kemunculan penghuninya, seolah mengumumkan perubahan atmosfer di rumah itu. Rumi melangkah keluar lebih dulu. Gerakannya sangat pelan dan tertatih. Tangan kirinya bertumpu pada bingkai pintu sejenak untuk menyeimbangkan tubuh, sementara langkah kakinya pendek-pendek dan berhati-hati, seakan lantai marmer di bawahnya terbuat dari kaca tipis yang baru saja diguyur air. Tiap kali melangkah, tiap kali itu pula Rumi meringis. Rambut panjangnya yang basah kuyup dibiarkan tergerai, meneteskan air yang membasahi baju kaus oversized milik Jagad yang dia pakai, kaus yang kebesaran hingga malah menenggelamkan tubu

