"Jangan ngelunjak," ucap Jagad kaku, berusaha membangun kembali temboknya yang sempat runtuh karena sikap manis Rumi, "aku tuh bersikap baik bukan berarti aku lupa siapa dirimu. Cepat selesaikan pekerjaanmu biar kita bisa segera pulang.” Itu Jagad ucapkan dengan nada ketus-ketus manja saat tadi dia bertanya secara impuls pada Rumi, "Rumi..." tanya Jagad saat kantor sudah senggang, "kau tidak ingin bertanya sesuatu padaku? Atau meminta sesuatu?" Rumi mendongak, tangannya berhenti mengetik. Dia menatap mata Jagad yang kini terlihat lebih lunak, bahkan sangat lembut saat menatapnya. Harapan itu bagai bunga matahari mekar sempurna di d**a Rumi. Dia merasa melayang. Perubahan sikap Jagad ini pasti berarti sesuatu. Mungkin Jagad sudah memaafkannya. Mungkin Jagad mulai melupakan dendamnya, pik

