Malam semakin larut, jam dinding menunjukkan jam sepuluh malam tapi mata Jagad masih saja nyalang, belum terpejam sama sekali. Jagad sudah berbaring di sisi kanan kasur, mengenakan piyama satin hitam. Dia duduk bersandar di headboard, memegang tablet, pura-pura membaca laporan keuangan kuartal ketiga. Padahal, matanya tidak bergerak dari paragraf yang sama sejak lima menit lalu. Di menit keenam, pintu kamar mandi terbuka. Rumi keluar dengan langkah ragu-ragu. Karena insiden "paket neraka" dari Javier tadi siang, Jagad melarang keras Rumi memakai semua lingerie itu. Sebagai gantinya, Jagad memberi salah satu kaos oblong mahalnya yang berwarna putih polos untuk dipakai Rumi. Tapi sekarang, melihat hasilnya dipakai di tubuh Rumi, seketika Jagad menyesal. Kaos itu kebesaran di tubuh mungi

