Efril melihat kasihan ke arah kakak iparnya. Perempuan cantik berbadan dua itu terlihat sangat lelah dan tertekan. Sudah beberapa minggu dia disekap oleh Mr. Chan. Dan sekalinya bebas ingin bersama dengan suaminya saja susah, lelaki itu malah memilih menemui wanita yang sangat tidak Efril sukai dari kecil. "Lo cuma perlu sabar Rei, gue tahu siapa Kenny. Dia itu tipe orang yang bakal mempertahankan apa yang sudah dia miliki. Gue yakin dia enggak akan dengan mudahnya meninggalkan lo buat Biankan." Efril berbicara sendiri karena Kirei masih asik dengan dunia mimpinya. *** Kedua tangan Bianka menyilang di depan d-a-d-a. Kedua matanya nyalang menatap ke depan. Bahkan napasnya naik turun tak teratur menahan gejolak yang dia rasakan. "Kamu sudah ingkar janji, Ken." ujar Bianka menahan amarah.