Nana berjalan menuju lorong kamar mendekati Arya yang sedang berdiri di depan kamar yang sedang di gunakan Ayu dan Candra. Candra memang sengaja memilih kamar yang berada paling ujung, supaya aksinya dengan istrinya di ranjang tidak terdengar oleh siapa-siapa. Namun, lagi dan lagi Arya mendengar Ayu dan Candra sedang melakukan hubungan intim di dalam kamar. Tidak di Vila, tidak di rumah eyangnya, Arya selalu mendengarnya. “Hei, kamu lagi apa?!” Nana mengagetkan Arya yang sedang mengendap-endap dan menguping apa yang terjadi di dalam kamar. “Sini deh, Na. Dengar sini!” Arya menarik tangan Nana dan menyuruh Nana menempelkan trelinganya di pintu kamar bibi dan pamannya. “Dengar, kan? Bibi dan paman sedang bercinta lagi. Gila ... sudah empat kali ini aku dengar, Na. Tadi pagi baru sampai Vi

