Nana melihat ada tiga panggilan tak terjawab dari Candra. Dia tidak tahu, karena dia sudah tidur semalam. Nana tidak mempedulikan panggilan tak terjawab dari Candra. Dia kembali meletakan ponselnya di atas meja rias, dan dia langsung bergegas keluar dari kamarnya untuk membantu ibunya di dapur. Meski masih tidak enak hati dengan pengakuan ibunya semalam, kalau ibunya sudah menikah dengan Om Wildan, Nana tetap bersikap biasa saja seolah tidak ada masalah. Padahal dia sangat kecewa sekali dengan ibunya. “Huh ... mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Mau dibalikin jadi nasi lagi mana bisa? Anggap saja ini adalah sebuah karma di keluargaku. Aku menjadi simpanan, ibu menjadi istri kedua, dan dulu ayah punya simpanan hingga memiliki dua anak dari istri simpanannya, untung saja mereka

