"Baiklah kalau kamu seyakin itu meninggalkan pekerjaanmu di sini." Pak Arsen berkata sambil bangkit dari kursinya dan berjalan ke arahku berdiri yang sejak tadi tidak dipersilahkan duduk oleh beliau. "Kamu saya beri waktu lima hari kerja untuk cuti dan menyelesaikan urusan keluargamu. Mulai besok Senin hingga Jumat kamu boleh tidak masuk kerja, sekarang kembalilah ke mejamu dan selesaikan semua pekerjaanmu. Kalau perlu kau harus lembur!" Pak Arsen berkata sambil menyobek amplop berisi surat pengunduran diriku. "Jangan pernah berpikir untuk berhenti dari kantor ini, karena sejak kamu mengisi formulir untuk mendaftarkan diri di kampus dulu itu, artinya kamu menandatangani kontrak seumur hidup denganku. Kau lupa?" ucapnya sambil meraih tangan kananku dan meletakan sobekan kertas itu telapak

