Sambil menunggu pesanan datang, kulihat juga rekaman kamera pengawas dari dalam smartphone milikku. Mbak Anulika tidak mengikuti hingga ke kantin, atau mungkin dia pergi kemana dulu aku tidak tahu. Setelah mencari waktu perkiraan di mana mungkin Mona dan Mbak Anulika berada di tempat itu akhirnya aku bisa melihat jelas keberadaan mereka berdua. Sayangnya kamera pengawas ini hanya merekam gambar tanpa suara. Awalnya mereka terlihat duduk berdua dan berbicara dengan santai. Akan tetapi lama kelamaan mereka terlihat seperti adu mulut kemudian saling emosi dan berakhir dengan Mona hendak menampar kakak iparnya itu, tapi tangan Mona di cengkeraman dan tubuhnya dihempaskan oleh istri dari mas Abian. Aku meringis ikut menahan ngilu melihat istriku yang sedang hamil diperlakukan seperti itu.

