Lani menoleh, menatap Sakha. Untuk sesaat, dunia di sekitar mereka menghilang—hanya ada suara-suara festival yang jauh, dan langit malam yang berserakan bintang. Dan entah kenapa, malam itu, Lani merasa... damai. Bukan karena suasananya, bukan karena permainan-permainan yang mereka ikuti, bukan juga karena es krim di tangannya. Tapi karena Sakha. Karena caranya membuat segalanya terasa sederhana. Seolah hidup bukan cuma tentang perintah, tuntutan, atau ekspektasi. Seolah hidup... juga bisa tentang tertawa, berlari tanpa tujuan, dan membiarkan diri sendiri merasakan sesuatu—meski hanya sedikit. Saat malam makin larut, suara dentuman kecil terdengar dari arah lapangan utama. Orang-orang di sekitar mulai menoleh ke atas. Satu ledakan cahaya mekar di langit—warna emas menyebar membentu

