Tiba di rumah Alan, Candy tak terbangun juga. Candy bak putri tidur yang tidak terpengaruh oleh suara di sekelilingnya. Alan membopong Candy sampai ke dalam kamar tidurnya. Dibaringkan Candy di atas tempat tidur. Dilepas sepatu, dan pakaian Candy. Sehingga menyisakan bra, dan celana dalam saja. Alan menatap tubuh Candy. Ada bercak merah bekas kecupannya, terpampang jelas di kulit Candy yang putih. Alan menarik selimut untuk menutupi tubuh Candy. Mata Candy terbuka. "Kita di mana?" "Di rumahku." Candy bangun dari berbaringnya. "Kita sudah sampai?" "Iya." Candy menutup mulutnya yang menguap. "Apa besok Uncle akan ke kantor?" "Iya, kau sendiri apa akan masuk kuliah?" "Iya." Candy menatap cincin kawin yang melingkari jarinya. "Semoga dengan ini, Sean tidak lagi berusaha mendekatiku