Alan meletakan ponselnya di atas meja. Ia tidak berminat membalas pesan Gery sekarang. Ia ingin terlelap sejenak, melupakan gelisah, dan rasa cemas yang datang di dalam hati. Alan ingin menikmati setiap detik kebersamaannya dengan Candy. Tapi, suara ponselnya sungguh mengganggu. Terpaksa Alan kembali mengambil ponselnya. "Hallo, Alan. Kenapa kau tidak menjawab pesanku?" suara Gery jelas menunjukan rasa kesal. "Maaf, Gery. Aku sedang banyak pekerjaan, aku berencana membalas pesanmu nanti setelah jam kerjaku selesai." "Apa aku tidak penting lagi bagimu, Alan?" "Maafkan aku, tapi kita sudah belasan tahun tidak bertemu. Tidak pernah berkomunikasi sedikitpun. Maaf, jika aku sedikit merasa asing denganmu." "Apa kenangan kita dulu tidak berarti lagi bagimu?" "Aku tidak hidup dalam kenangan