Alan tiba di kantor dengan perasaan berbunga-bunga, karena ungkapan cinta Candy untuknya. Senyum tak lepas dari bibirnya, menanggapi sapaan staff yang menyapa. Segala beban yang menghimpit d**a, akan ketidak jelasan perasaan Candy padanya, kini sudah sirna. Tapi, seseorang yang duduk di depan pintu ruangan kantornya, membuat langkah Alan terhenti. "Selamat pagi, Tuan. Tuan Gery menunggu anda sejak tadi," ucap sekretaris Alan. Gery yang asik dengan layar ponsel mengangkat wajah. Gery bangun dari duduknya, lalu melangkah mendekati Alan dengan senyum di bibirnya. "Alan, bisa kita bicara?" "Ya, silakan masuk." Alan melangkah mendekati pintu ruangan kantornya, diiringi oleh Gery. Dibuka pintu, lalu Alan mempersilakan Gery untuk masuk. Pintu dibiarkan terbuka, Alan sengaja tidak menutupnya.