Ep 8. Bukan Rindu

1841 Kata

Episode 8. “Ma, gimana kabar Mama?” Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu tersenyum. “Baik. Hasya apa kabar?” “Baik juga, Ma. Papa mana?” “Ada di dalam.” Hasya masuk ke dalam rumah. Sinta membawa Hasya menemui sang suami. “Pa, apa kabar?” “Eh Hasya. Baik, alhamdulillah. Hasya apa kabar?” “Baik, Pa. Loh, berdua aja?” “Ada Pangeran di atas. Lagi main game kayaknya. Kamu tau lah dia kalau udah di rumah pasti nggak bisa pisah sama komputernya.” Hasya tersenyum hangat. Sinta mengamati Hasya. Ada rasa bangga dan kecewa di dalam hati. Bangga karena dulu putrinya pernah menjadi orang yang sangat dicintai oleh Hasya. Kecewa karena pada akhirnya ia tak bisa menjadikan Hasya menantunya. Pria sebaik Hasya tidak mudah ditemui. Pria ini benar-benar hampir 100% sempur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN