Episode 7. “Lo kenapa senyam-senyum gajelas gitu?” Kening Kayla mengerut. “Hah? Kapan gue senyam-senyum gajelas?” “Itu.” “Nggak ada,” Kayla mengelak. “Nggak usah ngelak, lo. Kegambar jelas di muka lo.” Ravina menusuk pipi Kayla dengan telunjuknya. “Lo sama Mas Hasya ada sesuatu ya?” Kayla langsung melotot. “Hah?” “Hah mulu lo.” “Ih nggak ada. Gue sama dia cuma teman aja.” “Temen apa demem? Udah lama gue nggak lihat lo senyum gini.” “Dih ngaco, lo. Perasaan gue gini-gini aja.” Kayla meneguk minumnya. “Mampir di depan dulu, gue laper banget. Nggak keburu sampai rumah.” Ravina menepikan mobil. Keduanya memutuskan untuk sarapan dengan kupat tahu di pinggir jalan. Penjualnya cukup bersih dan lingkungannya juga cukup asri karena masih dikelilingi oleh pepohonan. Lokasinya

