Kayla melambaikan tangan pada Hasya yang sudah menantinya di depan gedung Miracle. Hari ini Hasya mengenakan pakaian serba hitam. Entah tadi dia juga mengenakan jas hitam atau tidak, sebab kini hanya kemeja saja yang melekat pada tubuh atasnya. Pria itu tersenyum. "Lama?" Hasya menggeleng. "Baru beberapa menit. Mau langsung?" Di saat bersamaan Ravina keluar dari pintu masuk utama. Gadis itu tersenyum, menyapa Hasya. "Apa kabar, Ravina?" "Baik, Mas alhamdulillah. Mas Hasya apa kabar?" "Baik juga alhamdulillah." Ponsel Ravina berdering membuat gadis itu harus segera pamit sembari menjawab telfonnya. Ravina masuk ke dalam mobilnya. "Ayo, Mas.." Hasya dan Kayla ikut meninggalkan tempat itu. "Ini apa, Mas?" Kayla baru menyadari ada sebuah paper bag kecil di dekatnya setelah

