Bulan depan. Pertunangan antara Kayla dan Hasya akan digelar di salah satu gedung terbaik di ibu kota. Berita itu sudah menyebar terutama pada kalangan orang-orang terdekat. Di kantor Kayla terus saja digoda oleh pegawai-pegawainya. Yang membuat seru adalah respon malu-malu Kayla. Hal itu membuat mereka menjadi semakin bersemangat menggoda sang atasan. "Dilihatin mulu fotonya. Nggak bakal kemana orangnya, Kay," goda Ravina yang entah sejak kapan berdiri di ambang pintu ruangan Kayla. "Ih, siapa juga yang lihatin foto Mas Hasya," balas Kayla mencibir. "Jangan ikut-ikutan kayak mereka deh.." Ravina tertawa. Ia melangkah masuk. "Lo mau pakai gaun yang gimana jadinya? Apa pakai kebaya?" "Hmm gue masih bingung. Bagusnya apa?" "Semuanya juga bagus kalau lo mah. Tapi dulu lo pengen pa

