"Ngapain lo kesini?" tukas Elang dingin, pada sosok yang berdiri di samping Clarista. Brent melirik ke Clarista, sebelum kini kedua netranya menatap ke arah Elang. Lalu cowok dengan rambut yang sengaja dibuat berantakan itu mengulas senyumnya. Dia menurunkan kedua tangannya yang masuk ke dalam saku jeans miliknya. "Gue punya sesuatu yang harus gue ambil di sini," katanya, masih dengan senyum yang dia ulas dan dia melirik Clarista lagi. Menatap kedua netra yang sudah cukup lama tak Brent tatap. Sekarang tatapan itu nampak berbeda di mata Brent. Redup sendu terpancar dari kedua manik Clarista. Yang Elang pikirkan pertama kali justrulah Brent ingin mengambil Sabina darinya. "Apa maksud lo?" Elang mendekat, menyunggingkan satu sudut bibirnya. "Lo nggak punya apapun di sini. Jadi mending