Chalisa meremas baju yang membalut dadanya, wanita itu masih berjalan menuju ke arah kamarnya. Tatapan matanya liar, dan degup jantungnya masih berdetak tidak normal. Dalam hatinya dia sangat cemas memikirkan kejadian yang tadi. “Alfian, kenapa dia kambuh lagi? Padahal kemarin kita bersama dan baik-baik saja tidak ada masalah sama sekali.” Gumam Chalisa seraya meniti anak tangga menuju ke lantai atas. Alfian masih berdiri di lantai bawah, pria itu berjalan dengan kaki sedikit terpincang-pincang. Dia melihat Chalisa yang terburu-buru menuju ke arah kamarnya. Pria itu sekali lagi tersenyum mengingat kejadian beberapa menit lalu. Jane melihat kaki Alfian terluka segera menghampirinya. “Tuan Muda terluka?” Tanya Jane dengan tatapan mata cemas, wanita itu segera memanggil beberapa pengawa