"Bapak dan Ibu benar-benar minta maaf karena telah menyusahkan kalian berdua, Suri, Nak Damar." Pak Siswoyo sungguh-sungguh merasa tidak enak hati karena telah merepotkan Suri dan Damar. Saat ini dirinya dan istri menumpang mobil Damar menuju rumah sakit. Dirinya duduk di depan, di samping Damar yang tengah menyetir. Sementara istrinya duduk di baris kedua bersama Suri. Di sepanjang perjalanan ke rumah sakit dirinya dan istri tidak henti-hentinya memanjatkan doa. Memohon kepada yang Maha Kuasa agar Prasetyo, putra mereka dalam keadaan baik-baik saja. Setiba di Jakarta, memang Damar telah menunggu di rumah Suri. Dari gerak-gerik keduanya, Pak Siswoyo sudah bisa menyimpulkan bahwa keduanya memang mempunyai hubungan. Nama Damar sendiri sudah tidak asing di telinga Pak Siswoyo. Pras pernah